Postingan

Jalan Tak Ada Ujung | Ulas Bukuku

Gambar
     Salah satu buku hasil titip event patjarmerah. Beruntung ada kawan yang memang mau datang ke Solo untuk mengunjungi acara ini circa dua tahun lalu, saat Simbok berpulang. Buku ini tidak sendiri, satu lagi hasil titipanku berjudul Bedil Penebusan yang entah sekarang di mana rimbanya. Mungkin masih dipinjam. Semoga. Dua buku ini saya dapat dari pasrah bongkokan . Saya percayakan sejumlah uang saya untuk dia belanjakan buku apa saja, mengingat latar belakangnya sebagai mahasiswa sastra. Yap, dan memang tidak mengecewakan.      Jalan Tak Ada Ujung berkisah tentang perjuangan seorang pemuda di era pasca kemerdekaan. Kehidupan tidak serta merta menyejahterakan seluruh rakyat setelah memperoleh kata merdeka. Justru, pihak kolonial yang tidak terima masih saja ingin merebut kembali.     Ceritanya begitu kompleks untuk ukuran buku dengan tebal 150-an halaman. Percintaan selalu memperumit jalan cerita. Gangguan kejiwaan mereka yang terjun dalam tekan...

JOGJA BAWAH TANAH | Ulas Bukuku

Gambar
 Ulasan kali ini saya akan coba dengan cara yang sesingkat-sesingkatnya. Hal ini mengingat banyak isinya yang terlalu menarik, khususnya bagi seorang warga Ngayogyakarta . Buku ini disusun kolektif dari beberapa kontributor. Ada sembilan atau sepuluh penulis yang membeberkan fakta-fakta seputar Jogja yang boleh jadi banyak warganya sendiri belum tahu. Yap, ulasannya sampai sini saja. Setelah ini, saya akan rangkum kelima belas fakta yang ada di Jogja versi buku ini. Berikut akan saya rangkumkan kelima belas fakta tersebut:      1. Warung Bu Spoed yang Brusia 100 Tahun dan Mbah Galak yang Tolak Permintaan Sultan HB IX      Fakta pertama hasil tulisan Rahma Ayu Nabila sudah cukup menjelaskan isi keseluruhan cerita jika kita baca dari judulnya saja. Mungkin yang bisa saya tambahkan hanya lokasi dan jam tutupnya. Lokasi warung ini ada di daerah Gondomanan, lebih tepatnya di Jl. Ruswo No. 32 bersebelahan dengan tempat Pak Warto menjual susu segar saat sore ...

Desawarnana (Saduran Kakawin Nagarakertagama) | Ulas Bukuku

Gambar
Satu buku terbitan Komunitas Bambu yang entah kapan sempat saya baca. Biasanya momen pertama membaca sebuah buku memiliki kesan tersendiri yang mau tidak mau nyempil di kotak ingatan atau paling tidak saya bubuhkan tanggal di bagian kolofon atau sekitarnya. Mungkin satu-dua tahun lalu. Toh, juga tidak terlalu penting. Hal yang penting adalah bagaimana dedikasi seseorang menyadur Kakawin Nagarakertagama menjadi bacaan yang cukup mudah dipahami orang awam atau remaja sekali pun. Pak Mien dengan luwesnya menceritakan kembali isi satu karya klasik ini sehingga ringan diterima. Segala penyebutan tentang kota, tumbuhan, hewan, dan lain-lain oleh Pak Mien telah disesuaikan dengan sebutan populer sekarang.  Melalui Desawarnana ini kita dapat menilik kembali bagaimana kehidupan bangsa Majapahit di era Mpu Prapanca. Sebagai pembaca kita akan terlebih dahulu dikenalkan dengan keluarga raja. Kemudian, kita akan diajak berkeliling menyambangi puri-puri di Ibu Kota. Tidak lupa juga dijelaskan me...

Stoikisme, Filosofi Teras | Ulas Bukuku

Gambar
Buku ini merupakan karya kedua Om Piring yang kubaca. Jauh sebelumnya, terlebih dahulu saya bersinggungan dengan bukunya yang mengupas berbagai kategori perilaku menyebalkan. Lagi-lagi buku ini saya baca karena algoritma konten dari Pak Faiz. Yah, setidaknya masa saya dipingit karena pandemi tidak terlalu sia-sia. Sudah banyak orang yang membacanya. Bahkan, buku yang saya baca merupakan cetakan ke-25. Belum lagi akhir-akhir ini kalau tidak salah sudah mencapai cetakan ke-75. Bukankah berusaha menggarami lautan jika tulisan ini saya tujukan pada khalayak luas. Toh, sedari awal tujuan kolom ini ada cuma untuk kepuasan pribadi dengan harapan tidak ada orang lain yang membaca. Kalaupun ada, ya, saya tidak terlalu peduli juga. Nah, beberapa kalimat sebelumnya ini merupakan contoh ajaran Kaum Stoa. Inti ajarannya kurang lebih adalah pemahaman dan praktik bahwa kita hanya perlu mengontrol hal-hal yang ada dalam kendali kita. Sedangkan, di luar itu hanya perlu mengubah persepsi kita. Saya juga...

Siapa Ingin Merdeka Harus Bersedia Dipenjara, Bagian II | Ulas Bukuku

Gambar
 Bagian II mohon maaf karena mungkin ada beberapa kesalahan dari Bagian I     Penggalan hidup Tan Malaka di daratan Tiongkok agaknya menjadi yang terpanjang sehingga boleh dikatakan menjadi rumah kedua.     Lolos dari kejaran polisi di pelabuhan, Tan singgah di sebuah desa hingga pada 1929 ia menuju Shanghai. Muncul nama "Ossorio" dan "Ong Song Lee" (dengan banyak variannya) sebagai nama samaran Tan Malaka. Pergerakan yang dilakukan oleh Jepang membuatnya berpindah lagi, menuju India (1932). Sayang, ketika berlabuh di Hong Kong, Tan tertangkap dan ditahan beberapa waktu. Setelah interogasi panjang, ia dikembalikan ke Amoy. Tan kemudian pergi menuju desa Iwe, tempat kenalannya tinggal. Desa Iwe menjadi tempat Tan memulihkan penyakit yang selama ini ia derita. Tan yang semula cukup skeptis dengan upaya-upaya 'tradisional' yang menurutnya kurang logis itu mulai memperoleh kesembuhan. Salah satu resep yang saya ingat berupa masakan berbahan dasar bebek dengan be...

DILARANG GONDRONG! | Ulas Bukuku

Gambar
     Ketertarikan terhadap buku ini muncul karena kondisi saya yang tengah gondrong-gondrongnya. Selama itu pula banyak asosiasi yang orang lain sematkan pada saya, seperti gondrong doang ga nyopet , Pak Farid (vokalis salah satu band yang nyaris rock), aktivis , intel , dan banyak lagi panggilan yang identik dengan jalanan.       Aria menuliskan dengan apik bagaimana totaliternya Orde Baru sampai ruang privat warganya, termasuk gaya rambut. Bahkan, efeknya masih ada sampai sekarang. Stigma masyarakat terhadap pria gondrong masih saja miring seperti yang saya sebut sebelumnya. Tak terkecuali pandangan beberapa dosen yang notabene seorang civitas akademika, masih saja menganggap gondrong melanggar norma kesopanan di ruang kelas. Bukankah leluhur bangsa ini justru hidup dengan rambut panjang tak terbatas pada gender tertentu? Lantas siapa yang membawa rambut pendek pada pria sebagai norma kesopanan yang baru?      Pertanyaan terbesarnya, ...

Arapaima | Ulas Bukuku

Gambar
 Dalam karya Ruhaeni Intan yang berjudul "Arapaima" kita akan dibawa masuk dalam kehidupan seorang perempuan muda, pegawai toko ikan, dan penuh rahasia. Novel ini menyuguhkan kerapuhan seorang perempuan di dunia kerja yang penuh ketidakadilan dan ancaman terhadap kehidupan mereka. Novel ini cukup tipis, tidak sampai seratus halaman. Namun, begitu padat konflik yang dimunculkan. Pelecehan, kesepian, perselingkuhan, kekecewaan, dan depresi. Satu kutipan yang sangat berkesan dari dialog Leni adalah "Tetapi benarkah hidup kita menderita?". Sekian.

Runa dari Sumba | Ulas Bukuku

Gambar
     Berawal dari keisengan mencoba baca novel biar tak terlalu spaneng . Bertemulah saya dengan akun seorang penulis yang suka membuat quote agak kekiri-kirian. Kebetulan beliau tengah rilis buku barunya yang dinamai "Melangkah". Sehingga datanglah novel ini. Dan surpres-singli ( surprisingly ), nama tokohnya sama dengan nama tengah saya, Runa. Ditambah satu tokoh lagi bernama Hasan, si detektif. Mulai nyethuk -lah saya dengan cerita di dalamnya. Dua tahun lalu, lima babak, tiga puluh enam episode selesai dalam dua hari. Karena ini cukup spesial bagi saya, maka tak cukup kiranya hanya mengulas novel ini tanpa menceritakan kembali. AKU HARUS BACA ULANG SEBELUM MELANJUTKAN MENULIS INI! BABAK I     Kita diperkenalkan dengan Runa Anapaku di tengah pertempuran ala Sumba, Pasola. Runa yang masih anak-anak awalnya merasa bangga karena cuma dia satu-satunya bocah yang diajak. Namun, kebanggaan itu tak bertahan lama. Tidak seperti waktu perayaan, Pasola kali ini lebih m...

Dunia Sophie | Ulas Bukuku

Gambar
     Saat pandemi kegabutan saya berada pada puncaknya. Berbagai jenis konten di Youtube sempat saya kunjungi. Tidak terkecuali Ngaji Filsafat yang dipandu oleh Dr. Fahruddin Faiz. Saya cukup betah singgah di sana. Walaupun sebagian besar hanya saya selesaikan sebagai teman tidur. Jujur saja, insomniamu juga mungkin bisa sembuh saat menyimak ini pertama kali. Sampai pada satu tema, Pak Faiz mulai membahas tentang bagaimana mengenal filsafat. "Dunia Sophie" karya Jostein Gaarder menjadi buku yang beliau rekomendasikan.      Singkat cerita akhirnya bisa juga saya meminang satu buku ini. Memiliki ketebalan 800 halaman dengan pendekatan sebagai novel. Tetapi tetap saja isinya perjalanan filsafat. Perlu waktu lebih dari delapan bulan bagi saya untuk menyelesaikannya. Satu-dua bab pertama selalu saja menjadi bagian adaptasi terlama saya setiap berjumpa dengan buku atau penulis baru. Pernah beberapa minggu sama sekali tak tersentuh. Pernah juga berhari-hari membo...

Aksi Massa | Ulas Bukuku

Gambar
Lagi-lagi seorang Tan Malaka menuangkan gagasannya dalam bentuk buku yang berjudul "Aksi Massa". Melalui buku ini Tan Malaka menjabarkan latar belakang mengapa dia menolak rencana pemberontakan PKI pada 1926. Dalam pelariannya ke Singapura, Tan Malaka memakai nama Hasan Gozali merumuskan karya ini. Bagi saya yang hidup sekarang, pikiran seorang Tan Malaka sudah melampaui pemikiran mainstream zamannya dan mungkin zaman ini. Dua hal yang dapat saya tangkap dari buku setebal 140-an halaman ini, kecocokan dan kesadaran.  Sudah banyak catatan revolusi dalam sejarah manusia di muka bumi. Banyak juga macam yang dapat membedakan satu aksi revolusi dengan revolusi yang lain. Dari sekian banyak aksi revolusi yang berhasil, tidak serta merta dapat diadopsi mentah-mentah dalam strategi revolusi di Indonesia. Kondisi manusianya akan sangat mempengaruhi. Apakah di dalamnya sudah ada pemodal dari kalangan sendiri, sudah adakah kaum terdidik, hingga sudah adakah serikat atau laskar-laskar di...

LDII Dari Amal Saleh Hingga Kemandirian | Ulas Bukuku

Gambar
     Meski ada beberapa draft dan buku lain yang belum terselesaikan, saya akan coba ulas buku karya Ust. Dr. Ahmad Ali MD, M.A. agar sesuai suasana pembuka Ramadan saat ini. Beliau adalah seorang cendekiawan Nahdlatul Ulama, entah intrik apa yang ada dibalik bukunya yang berjudul "Nilai-Nilai Kebajikan dalam Jamaah LDII Dari Amal Saleh Hingga Kemandirian Menggali dan Mengkreasikan Hikmah dalam Kehidupan". Mengapa perlu mengkaji organisasi islam yang memiliki stigma eksklusif? Kebajikan apa yang dapat dipetik?      Dr. Ahmad Ali dalam pengantarnya menjelaskan bahwa maksud dan tujuan penulisan buku ini tak lain dan tak bukan ialah dalam keperluan mengambil hikmah, sesuatu yang positif yang ada dalam jamaah LDII. Lebih dari itu, beliau berharap dapat menyebarluaskan nilai-nilai kebajikan dan dapat dicontoh siapapun dan komunitas apapun. Nilai-nilai tersebut beliau tuliskan dalam sebelas bab.(1) Amal saleh; (2) kebersihan, kesucian, dan kerapian; (3) kedisipli...

Ngoyak Ombak Segara Kidul | Ulas Bukuku

Gambar
     Dengan cover buku warna biru dihiasi ilustrasi ombak gaya Jepang, Margareth Widhy Pratiwi menulis novel yang berjudul "Ngoyak Ombak Segara Kidul". Salah satu novel yang saya pinjam dari Perpustakaan Amarta, perpustakaan di SMA. Hal pertama yang membuat saya tertarik adalah bahasa yang digunakan dalam menulis novel ini berupa basa Jawa . Ada beberapa seri lain yang juga berbahasa Jawa. Entah siapa saja penulisnya, saya juga lupa. Namun, saya hanya berhasil menyelesaikan yang satu ini sebelum tenggelam dalam seri "Bumi" karya Tere Liye.      Tak banyak yang saya ingat, hanya garis besar ceritanya saja. Mungkin karena persamaan latar cerita dengan peristiwa yang saya alami, sedikit kesan dari novel ini dapat bertahan.      Novel ini dibuka dengan memperkenalkan mitos lintang obor yang beredar di kalangan masyarakat Jawa, khususnya pesisir pantai Yogyakarta. Penambakan lintang obor dipercaya sebagai penanda akan hadirnya peristiwa atau kel...

Ndhasmu! Yo Ndak Tau Kok Tanya Saya | Ulas Bukuku

Gambar
Faaakkk!!      Begitu reaksiku saat membaca baris terakhir dari buku ini. Pola cerita nampak sederhana. Serupa serat kuno yang konon berakar dari fakta yang dibumbui ngelmu. Rentetan babak yang menurutku hanya mengubah nama tokoh dan sedikit menggeser lokasi. Terlalu dekat. Terlalu nyata. Bahkan beberapa kejadiannya mudah ditebak terinpirasi dari mana. Beberapa sisanya mungkin belum terjadi. Luangkan waktu seharian untuk membaca novel ini. Sesekali butuh berhenti agar napas tidak sesak.

Mereka yang Tidak Berbahagia | Ulas Bukuku

Gambar
Pengalaman pertama bagi saya membaca novel hasil kolaborasi dua penulis. Robby Julianda dan Ruhaeni Intan memulai karya ini dari salah satu kolom di Mojok yang mewadahi penulis-penulis saling menyambung cerita. Alhasil dalam novel ini satu bab ditulis oleh Robby dan satu berikutnya dilanjutkan oleh Intan. Mulanya agak berat untuk membaca novel ini. Tokohnya tidak cuma manusia, refrensi musiknya cukup jauh dari yang biasa saya dengar, kisah cinta yang rumit, dan gaya menulis mereka cukup berbeda satu sam lainnya.  Novelnya tipis, tapi perlu berhari-hari bagi saya menyelesaikannya. Mereka bercerita sangat liar. Seakan saling mematahkan alur cerita di kepala pembaca. Bila mau, tiap bagian novel itu bisa berdiri sendiri jadi satu cerpen. 

Cerpen-Cerpen Malam Leila | Ulas Bukuku

Gambar
Kumpulan cerpen Leila S. Chudori yang dihimpun dalam satu buku berjudul "Malam Terakhir" ini memiliki tebal tidak lebih dari dua sentimeter. Namun, akan sangat disayangkan jika harus diselesaikan dalam satu kali duduk. Setiap cerita lebih pas jika diberi jeda untuk melamun. Mementaskan dramanya di dalam kepala, berulang kali, sampai menemukan komposisi yang padu. Membayangkan siapa aktor yang pantas memerankan tiap tokohnya, seperti apa latarnya, bagaimana angle -nya, apa musik pengiringnya, dan banyak lagi. Seolah kita seorang kurator film dengan satu naskah yang dibagikan. Ada sembilan cerpen yang Leila sajikan. Dan saya akan berikan ulasan satu-satu. Sembilan, loh. Sembilan! Tapi berharap apa saya dengan diri saya, hahaha. Tentu singkat-singkat saja. 1. Paris, Juni 1988 Berkisah tentang seorang gadis Asia di negri Prancis. Tinggal di tempat baru. Bertetangga dengan lelaki nyentrik dan mungkin sedikit gila. 2. Adila Penting sekali memilih ibu yang baik untuk anak-anakmu. Se...

KKN AB.81.073.GK | Podcast Asal-Usul Kopi Jos

Gambar
Podcast dipandu oleh dua orang mahasiswa KKN dan diisi oleh dua narasumber kondang yakni Pak Agus (Pak Dukuh kita) dan Mas Apim (Mas-Mas kita). Silakan saksikan dengan seksama dengan tempo yang ada. Disclaimer! Opening kami beri waktu sekitar 7 menit untuk Anda lebih mengenal kelompok kami sambil masak mi untuk hidangan menonton podcast full daging ini. Ciao!! Video diambil dengan kamera HP mas Apim tanpa sepengetahuan empunya.5

Pohon Lemon, Perang Suriah, & Cintaa~

Gambar
 Karena fomo, akhirnya terbelilah satu buku ini. Novel dengan kisah cintha-cintha an, perlawanan, trauma, asssembuh. Berlatar masa pemberontakan di Suriah. Dengan tokoh utama seorang gadis medis yang terjebak di tengah perang saudara dan berhutang janji dengan kakaknya yang entah bagaimana nasibnya. Gadis yang harus berhenti menempuh studi farmasinya yang baru satu tahun, ditinggal mati keluarga, dan menderita trauma. Trauma. Demi mengatasi emosinya, Salama akan merapalkan jenis bunga beserta khasiatnya, sesuai kondisi hatinya. Salama menjadi relawan di sebuah rumah sakit. Sedangkan, dirinya sendiri selalu berhalusinasi selepas pulang dari tugas. Khawft kerap muncul menagih janji Salama kepada kakaknya untuk membawa keluarganya pergi dari Suriah. Khawft juga yang membantu Salama tetap "rasional" di tengah tekanan prang. Salama sadar akan halusinasinya, tetapi tetap tidak berkuasa atas mereka. Tekanan Salama akan bertambah besar ketika ia gagal lagi menyelamatkan nyawa orang d...

PEMERENTAH AWAL 2025

Gambar
Bismillah, Uraian ini ditulis ketika kemerdekaan berpendapat masih dijamin oleh konstitusi negara ini.      Hanya bagian dari kegelisahan seorang warga negara biasa terhadap kondisi bangsanya. Tak akan banyak hal ndakik-ndakik dan filosofis. Dan mungkin memang tidak ada karena sekali lagi saya hanya warga negara biasa. Saat ini saya masih warga negara Indonesia yang biasa. Entah dengan #kaburajadulu kedepannya bagaimana. Kata pejabat-pejabat nasionalisme kami dipertanyakan jika memilih merantau ke negri orang. Padahal presiden kita juga pernah #kaburajadulu ke Jordan waktu bermasalah soal HAM. Masalahnya sudah selesai?      Belum lama ada paparan presentasi yang menyatakan bahwa pendidikan dan kesehatan hanya prioritas pendukung di rezim ini. Lalu muncul ke(tidak)bijakan efisiensi diberbagai lini, kecuali Parcok (Partai Coklat), Parjo (Partai Ijo), dan kawan-kawan. Jutaan warga terkcoh, menebak anggaran hasil efisiensi yang berbuntut PHK masal itu untuk me...

Biru Laut | Ulas Bukuku

Gambar
     Bercerita tentang sosok mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan aktivis tahun 1990-an. Leila S. Chudori membungkus fakta-fakta sejarah itu dengan balutan fiksi yang lembut, tapi tetap mempertahankan tekstur aslinya. Tidak banyak yang akan saya ulas karena akan lebih mengena jika membacanya (lagi) langsung. Banyak hal yang akan memberitahu kepada kita bagaimana kompleks-nya aktivisme.      Novel ini diceritakan dari dua sudut pandang, Biru Laut dan adiknya, Asmara. Bagian pertama Biru mengisahkan tentang bagaimana ia terjun menjadi aktivis, ikut turun ke lapangan, ditangkap dan diinterogasi, menyaksikan pengkhianatan, hingga berkawan dengan ikan di lautan. Bagian kedua, jatah Asmara membagikan cerita tentang keaadannya bersama mereka yang telah ditinggalkan. Perjuangan mereka menuntut kejelasan. Perjuangan mereka hidup dengan harapan. Berusaha mengikhlaskan, tanpa melupakan.     Dari "Laut Bercerita" kita dapat belajar tentang pentingnya aktiv...

Spes Qua, Spes Quae | Ulas Bukuku

Gambar
    Buku karya Dr. Gabriel Possenti Sindhunata atau ada juga yang memanggil beliau Rama Sindhu berjudul "RATU ADIL: Ramalan Jaya Baya & Sejarah Perlawanan Wong Cilik" mulai kubaca menjelang Pemilu 2024. Momen yang sangat pas menurutku. Bagaimana tidak? Di saat masyarakat merasa frustasi dengan perlakuan negara, buku ini terbit menjelaskan fenomena ini dari berbagai peristiwa serupa yang pernah terjadi di berbagai belahan bumi. Rama Sindhu menjelaskan bagaimana rakyat atau yang ia sebut sebagai "wong cilik" merasa teraniaya dan menantikan juru selamat, Ratu Adil.     Total ada sembilan bab yang mengisi buku ini. Singkatnya, Ratu Adil adalah wujud harapan dari wong cilik terhadap kehidupan yang lebih baik. Harapan ini juga lah yang membuat wong cilik bisa bertahan bahkan melawan. Akan muncuk satu sosok yang dinobatkan menjadi juru selamat untuk memimpin mereka. Al Masih, Dipanegara, dan banyak lagi; umumnya pemimpin-peminpin perlawanan ini adalah seorang pemuka ag...